Senin, 17 Oktober 2011

berhenti sejenak untuk berlari lebih cepat...


Ada saatnya berlari. Ada saatnya juga berhenti; istirahat sejenak.

Kadang, kesunyian adalah tempat paling bersahabat untuk melupakan; kamu.

Sejenak yg begitu hening. Menanggalkan segala ttgmu; sumber pertanyaan tanpa jawab bermuara.


Satu per satu, ceritamu kubaca. Dan tetap saja, tak bisa kupahami secara lengkap. Ada yg hilang, entah itu apa.



Bagaimana mungkin meringkas dan menuntaskan cerita jika hatimu adalah paragraf tanda tanya.
Dan, alasan itu makin membuatku sadar, mencintaimu ternyata bukan jawaban melainkan pertanyaan.


Maka, cinta katakan cinta, dan buktikan dengan sikap nyata.
Masih adakah kejujuran sblm matahari menampakkan wajahnya? Semoga.

(diambil dari kumpulan timeline twitter Moammar emka  )





mengikuti timeline seorang Moammar Emka di media social twitter membuat jantungku berdetak cepat. keringat dingin mengalir. hati berdenyut sakit. dan pikiran melayang kemana2 memutar dan mencari sang Logika yang aku tinggalkan entah dimana...

"Mencintaimu ternyata bukan jawaban, melainkan pertanyaan.."

yah..mungkin benar.. mencintaimu bukan jawaban tp menjadi pertanyaan. sumber pertanyaan yg tidak ada jawabannya.
mencintaimu bukan jawaban, melainkan sebuah 'hadiah' kecil dr Tuhan yg dititipkan kepadaku untuk sementara. mungkin Tuhan ingin aku merasakan bahagia walau sebentar. menunjukkan kepadaku bahwa aku msh bisa mencintai dan merasa dicintai oleh seseorang setelah aku pernah berucap untuk tidak membuka hati lg sampai Tuhan sendiri yg menunjukkan seseorang untuk menjadi imamku.

Mencintaimu ternyata bukan jawaban dr permintaan ku tiap malam kepada Tuhan.

mencintaimu berawal dalam kesunyianku
dan akhirnya aku kembalikan kepada kesunyianku kembali...


dan disini aku kembali berdiri. setelah berlari dan beristirahat sejenak.
aku memutuskan untuk berhenti, dan berdiri.
melihatmu berlari di jalanmu..

disini aku berdiri, berhenti sejenak..
memejamkan mata dan menarik nafas panjang..
dan siap untuk berlari kembali..

berlari di jalanku..
yg tak seorangpun tahu apakah jalan kita akan bermuara menjadi satu jalan,
atau tetap pada jalan masing2 namun bisa bersisian..

yah..aku akan kembali berlari kembali...
bukan untuk mengejarmu..
tp untuk segera sampai pada ujung jalanku
untuk mencari tahu,
apakah akan ada kamu di ujung sana,
atau kamu tetap berada di jalan yg bersisian dengan jalanku....

mari berlari....
sesuatu yg indah menunggu di ujung sana...



mencintaimu ternyata bukan jawaban melainkan pertanyaan...
'km tetap menjadi sesuatu yg tidak bisa aku jangkau.. the unreachable...'











Tidak ada komentar:

Posting Komentar